Kekerasan di tempat kerja

Lingkungan Kerja Sehat: Melawan Kekerasan yang Tak Selalu Terlihat

Tempat kerja idealnya adalah ruang produktivitas dan kolaborasi. Namun, di balik dinding-dindingnya, seringkali tersembunyi ‘silent killer’ yang menggerogoti: kekerasan di tempat kerja. Fenomena ini tak selalu berupa agresi fisik yang terlihat jelas.

Kekerasan di tempat kerja memiliki banyak wajah. Bukan hanya pukulan atau dorongan, melainkan juga intimidasi verbal (bentakan, ejekan, gosip), pengabaian sosial, ancaman, hingga perlakuan diskriminatif, pelecehan psikologis (seperti gaslighting atau micromanagement berlebihan), dan pelecehan seksual. Bentuk-bentuk non-fisik ini seringkali luput dari perhatian, namun dampaknya sama merusaknya.

Dampaknya sangat merusak, baik bagi individu maupun organisasi. Korban bisa mengalami stres kronis, kecemasan, depresi, penurunan kinerja, hingga memutuskan resign. Bagi perusahaan, ini berarti produktivitas menurun, turnover karyawan tinggi, citra buruk, dan potensi masalah hukum.

Untuk menghentikan ‘silent killer’ ini, diperlukan komitmen bersama. Perusahaan harus memiliki kebijakan anti-kekerasan yang jelas, menyediakan jalur pelaporan yang aman dan rahasia, serta memberikan dukungan bagi korban. Pendidikan dan kesadaran tentang bentuk-bentuk kekerasan, termasuk yang non-fisik, juga krusial bagi seluruh karyawan.

Menciptakan lingkungan kerja yang sehat, di mana setiap individu merasa aman dan dihargai, bukanlah sekadar pilihan, melainkan keharusan. Mari bersama-sama membangun budaya kerja yang bebas dari kekerasan, di mana produktivitas tumbuh bersama kesejahteraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *