Penganiayaan pembantu

Di Balik Dinding: Nestapa Asisten Rumah Tangga

Di balik dinding-dinding rumah yang seringkali tampak tenang, tersembunyi realitas kelam: penganiayaan terhadap asisten rumah tangga (ART). Fenomena ini bukan sekadar insiden, melainkan borok sosial yang terus menggerogoti nilai kemanusiaan.

Para ART, yang seharusnya menjadi mitra dalam mengelola rumah tangga, kerap menjadi korban kekerasan berlapis. Mulai dari kekerasan fisik yang meninggalkan luka kasat mata, perlakuan verbal dan psikis yang merusak mental, hingga eksploitasi ekonomi berupa upah tak layak atau bahkan tidak dibayar. Terisolasi dari dunia luar dan bergantung penuh pada majikan, mereka seringkali terjebak dalam lingkaran ketakutan, sulit bersuara, dan melaporkan kejahatan yang menimpanya.

Dampak penganiayaan ini sangat menghancurkan, tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma psikologis mendalam yang bisa menghantui seumur hidup. Penting bagi kita semua, masyarakat dan penegak hukum, untuk tidak menutup mata. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, memberikan keadilan bagi korban dan sanksi tegas bagi pelaku. Setiap laporan harus ditindaklanjuti serius.

Penganiayaan ART adalah pengingat pahit bahwa martabat manusia seringkali terabaikan. Mari bersama menciptakan lingkungan di mana setiap individu, termasuk asisten rumah tangga, dihormati, dilindungi, dan diperlakukan secara manusiawi. Mereka bukan properti, melainkan individu dengan hak dan martabat yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *