Bayangan Gelap di Balik Gerbang Sekolah: Ketika Keamanan Terenggut
Sekolah seharusnya menjadi rumah kedua, tempat di mana anak-anak tumbuh, belajar, dan merasa aman. Namun, realitanya tak selalu seindah bayangan. Kekerasan seksual di lingkungan sekolah adalah isu gelap yang sering tersembunyi, mengancam masa depan generasi muda kita.
Korban bisa siapa saja, tak memandang usia atau jenis kelamin. Pelaku seringkali adalah orang yang seharusnya dipercaya: guru, staf, atau bahkan teman sebaya yang memiliki posisi dominan. Rasa takut, malu, dan ancaman sering membungkam suara korban, menjadikan isu ini gunung es yang puncaknya saja terlihat. Dampaknya sangat menghancurkan; trauma psikologis, penurunan prestasi akademik, hingga kesulitan bersosialisasi dapat menghantui korban seumur hidup. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman, justru bisa berubah menjadi sumber ketakutan.
Maka, penanganan isu ini tidak bisa ditunda. Diperlukan pendidikan seksualitas yang komprehensif, mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia, sanksi tegas bagi pelaku, serta dukungan psikologis bagi korban. Lebih dari itu, kita harus menciptakan budaya sekolah yang berpihak pada korban dan anti-kekerasan.
Ini adalah tanggung jawab bersama: orang tua, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Mari jadikan sekolah benar-benar sebagai tempat yang aman, di mana setiap anak bisa belajar dan berkembang tanpa rasa takut. Bayangan gelap kekerasan seksual harus diusir, agar masa depan anak-anak kita cerah tanpa noda.


