Politik jalanan

Jalanan Bersuara: Napas Politik di Aspal Kota

Politik tidak selalu terjadi di gedung parlemen atau meja perundingan. Seringkali, denyutnya terasa kuat di tengah keramaian kota, di jalanan, di mana aspirasi dan frustrasi rakyat menemukan panggungnya. Inilah yang kita sebut "politik jalanan".

Apa Itu Politik Jalanan?
Politik jalanan adalah ekspresi politik non-formal yang melibatkan partisipasi massa secara langsung di ruang publik. Bukan sekadar kerumunan, melainkan gerakan terorganisir atau spontan yang membawa pesan, tuntutan, atau penolakan terhadap kebijakan atau kondisi tertentu. Ia hadir dalam bentuk demonstrasi, pawai, mimbar bebas, hingga aksi diam.

Mengapa Ia Muncul?
Fenomena ini muncul ketika saluran politik formal dianggap buntu atau tidak responsif. Ia menjadi katup pengaman bagi suara-suara yang tidak terwakili, alat untuk menekan kekuasaan, atau sekadar cara untuk menarik perhatian publik terhadap isu mendesak. Dari isu lingkungan, hak asasi manusia, hingga tuntutan ekonomi, jalanan menjadi saksi bisu sekaligus panggung utama perjuangan.

Dampak dan Kekuatannya
Meskipun sering dicap "mengganggu", politik jalanan memiliki kekuatan disruptif yang signifikan. Ia mampu memaksa pemerintah untuk mempertimbangkan ulang kebijakan, memicu perdebatan publik, bahkan menjadi pemicu perubahan sosial dan politik yang fundamental. Ia mengingatkan bahwa kekuasaan sejati tidak hanya bersemayam di elite, tetapi juga berdenyut di hati dan langkah rakyat di jalanan.

Kesimpulan
Politik jalanan adalah manifestasi vital dari demokrasi partisipatif. Ia adalah alarm bagi kekuasaan, pengingat bahwa di balik segala aturan formal, ada suara-suara yang tak bisa dibungkam, yang akan selalu mencari jalan, bahkan di aspal sekalipun, untuk didengar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *