Surabaya: Gemerlap Kota, Ancaman Kriminalitas yang Nyata
Surabaya, sebagai jantung ekonomi dan budaya Jawa Timur, senantiasa memancarkan pesona dan dinamika kota metropolitan. Namun, di balik gemerlapnya, kota ini tak luput dari bayang-bayang masalah klasik: kriminalitas. Kejahatan di Surabaya bukan sekadar statistik, melainkan realitas yang kerap menguji rasa aman warga.
Berbagai modus kejahatan menghantui, mulai dari pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang marak, penjambretan di jalanan ramai, hingga penipuan daring yang semakin canggih. Tak ketinggalan, peredaran narkoba juga menjadi PR besar yang merusak generasi muda. Kasus-kasus ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menciptakan keresahan dan mengurangi rasa nyaman masyarakat.
Faktor ekonomi dan sosial sering disebut sebagai pemicu, mendorong individu melakukan tindakan melanggar hukum. Menanggapi hal ini, Polrestabes Surabaya dan jajarannya terus berupaya keras melalui patroli rutin, penangkapan pelaku, dan pengembangan strategi pencegahan. Namun, upaya penegak hukum saja tidak cukup. Peran serta masyarakat melalui kewaspadaan dan pelaporan aktif sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Kejahatan di Surabaya adalah tantangan berkelanjutan yang membutuhkan perhatian serius dan tindakan kolektif. Mewujudkan Surabaya yang benar-benar aman dan nyaman bagi setiap warganya adalah tugas bersama, bukan hanya bagi aparat, melainkan juga bagi seluruh elemen masyarakat.
