Tindak kriminal politik

Jaring Laba-laba Kriminalitas Politik: Ketika Kekuasaan Melenceng

Politik, seharusnya menjadi panggung pengabdian dan pembangunan. Namun, di baliknya tersimpan sisi gelap yang kerap merusak: kriminalitas politik. Ini bukan sekadar politisi yang berbuat jahat, melainkan tindakan kejahatan yang motif, tujuan, atau dampaknya secara langsung terkait dengan perebutan, pemeliharaan, atau penggunaan kekuasaan negara.

Apa Itu Sebenarnya?
Kriminalitas politik adalah perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh atau terhadap aktor politik, entitas negara, atau sistem pemerintahan, dengan tujuan politik tertentu. Ini bisa berupa upaya untuk menguasai negara, mengubah sistem politik, mempertahankan status quo, atau bahkan menyingkirkan lawan politik.

Wajah-Wajahnya yang Merusak:
Bentuknya beragam dan seringkali licin:

  1. Korupsi Sistemik: Bukan hanya suap-menyuap, tapi juga penjarahan aset negara yang terstruktur dan masif demi keuntungan kelompok atau individu berkuasa.
  2. Penyalahgunaan Kekuasaan: Penggunaan wewenang negara untuk menekan, mengintimidasi, atau melenyapkan oposisi, termasuk pelanggaran HAM yang disponsori negara.
  3. Manipulasi Pemilu: Kecurangan terorganisir untuk memenangkan kontestasi politik, merusak prinsip demokrasi dan suara rakyat.
  4. Propaganda dan Disinformasi: Penyebaran informasi palsu atau menyesatkan secara sengaja untuk memecah belah masyarakat atau menjustifikasi tindakan otoriter.
  5. Terorisme dan Subversi: Tindakan kekerasan atau penggulingan kekuasaan yang dimotivasi oleh agenda politik ekstrem.

Mengapa Ini Berbahaya?
Dampak kriminalitas politik jauh lebih dalam daripada sekadar kerugian materi. Ia:

  • Mengikis Kepercayaan Publik: Rakyat kehilangan iman pada institusi negara dan pemimpinnya.
  • Merusak Demokrasi: Prinsip keadilan, kesetaraan, dan partisipasi pupus, digantikan oleh tirani atau oligarki.
  • Melumpuhkan Keadilan: Hukum menjadi tumpul ke atas, tajam ke bawah, menciptakan impunitas bagi pelaku kejahatan berkuasa.
  • Menciptakan Ketidakstabilan: Konflik sosial, perpecahan, dan bahkan kekerasan bisa meletus akibat ketidakpuasan.

Melawan jaring laba-laba kriminalitas politik memerlukan komitmen kuat terhadap supremasi hukum, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif masyarakat. Hanya dengan begitu, politik dapat kembali menjadi alat pengabdian, bukan sumber kejahatan yang menggerogoti fondasi bangsa.

Exit mobile version